Bab 51: Bohlam Lampu Er Ming, Da Ming Muncul!
Sampai sekarang, Chen Jue masih belum habis pikir, apakah Er Ming sedang tidak waras?
Untuk apa membawanya serta?
Hanya saja, apa yang tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh Chen Jue adalah alasan mengapa Er Ming membawanya kemari.
Ia awalnya tak sengaja bertemu dengan Kak Xiao Wu, dan berniat menyapa serta bernumbuh kangen dengan sangat gembira.
Bagaimanapun, sudah bertahun-tahun mereka tidak berjumpa!
Karena itulah ia begitu bersemangat, namun ia sama sekali tidak menyangka akan melihat dengan mata kepalanya sendiri Kak Xiao Wu mencium pria ini!
Sialan!
Padahal Kak Xiao Wu adalah wanita yang diam-diam ia sukai!
Maka, dalam dorongan emosi yang meluap-luap, ia juga membawa pria ini serta, bersiap untuk menyerahkannya kepada Da Ming untuk diinterogasi.
"Kakak Chen Jue, jangan tegang, dia tidak akan menyakiti kita!"
Xiao Wu menggandeng tangan Chen Jue, takut kalau Kakak Chen Jue akan merasa ketakutan.
Bagaimanapun, aura mengerikan dari makhluk roh berusia seratus ribu tahun biasanya sudah membuat orang biasa terkencing-kencing karena takut!
Namun, nada bicara Xiao Wu tampak sedikit murung, seolah-olah ia sedang menyembunyikan sesuatu!
"Hmm!"
Chen Jue mengangguk, namun ia dengan cepat menangkap ekspresi murung di wajah Xiao Wu.
Kelinci kecil ini ternyata masih belum mempercayaiku, sepertinya ia masih perlu diberi pelajaran!
Ia pasti mengira aku menginginkan tulang roh dan cincin roh miliknya.
Apakah ia lupa bahwa dirinya sendiri memiliki dua buah tulang roh berusia seratus ribu tahun ini?
Setelah itu, Chen Jue balas menggenggam tangan lembut Xiao Wu.
Tangannya terasa agak dingin, seolah-olah ia benar-benar ketakutan dirinya akan merampas tulang roh dan cincin roh miliknya!
"Aku tahu, Xiao Wu pasti tidak akan menyakitiku!"
Xiao Wu tertegun sejenak, sepertinya ia menangkap makna tersirat di balik ucapan pria itu.
Hal itu membuat wajahnya berubah pucat pasi, bulu matanya sedikit menunduk, tidak berani menatap langsung ke arahnya!
"Bukan aku... melainkan Er Ming... aku..."
Begitu ucapan Xiao Wu selesai, ia langsung menyadari bahwa dirinya telah salah bicara.
Dan tepat saat Xiao Wu hendak melanjutkan penjelasannya, Chen Jue langsung merangkulnya dan memotong perkataannya.
"Kelinci kecil yang nakal, bahkan kepadaku pun kau menyembunyikannya, sampai-sampai keceplosan bicara sendiri!"
"Aku tidak..."
Suara Xiao Wu semakin pelan, bahkan kepalanya hampir menunduk hingga menyentuh dadanya karena malu!
"Kau ini benar-benar agak polos!"
Kata Chen Jue sambil tersenyum.
"Aku tidak polos, aku sangat cerdas..."
Xiao Wu mendongak, sedikit mengangkat leher jenjangnya, berkata dengan nada angkuh yang manja.
"Jadi... kau tidak ingin menjelaskannya kepadaku?"
Meskipun Chen Jue sudah mengetahui latar belakang identitasnya, ia tetap ingin mendengar Xiao Wu mengucapkannya secara langsung.
Jika tidak, Chen Jue selalu merasa ada sebuah selubung tak kasat mata yang membatasi hubungan mereka di antara keduanya.
Hal itu membuatnya merasa sedikit risih dan kurang nyaman!
"Aku..."
Gadis itu tadinya mengira upaya pengalihan pembicaraan barusan telah berhasil dengan sempurna, namun ia tidak menyangka Kakak Chen Jue akan begitu bersikeras.
Xiao Wu mengepalkan kedua tangan kecilnya dengan erat, guratan keraguan terpancar di wajahnya yang sangat jelita.
Beberapa saat kemudian, Xiao Wu tiba-tiba memeluk Chen Jue, lalu menangis dengan suara merintih manja.
"Kakak Chen Jue, bukan maksudku ingin menyembunyikannya darimu... Aku hanya takut kalau kau tahu, kau tidak akan mau lagi menerimaku! Hiks..."
Di mata Xiao Wu, jika Chen Jue mengetahui bahwa dirinya adalah wujud penjelmaan dari Kelinci Lembut berusia seratus ribu tahun, pria itu pasti akan meninggalkannya.
Bagaimanapun, makhluk roh dan para master roh selalu berada dalam posisi yang saling berlawanan.
Ia tidak ingin meninggalkan Chen Jue, sungguh tidak ingin!
Oleh karena itu, ia terus-menerus enggan menceritakan rahasia ini kepadanya!
Tapi sekarang... sepertinya ia sudah tidak bisa menghindar untuk mengatakannya!
Setelah selesai berbicara, Xiao Wu terus-menerus mencuri pandang untuk mengamati ekspresi wajah Chen Jue.
Ia takut ekspresi jijik akan muncul di wajah Chen Jue, namun ternyata Chen Jue tidak menunjukkan ekspresi seperti itu.
Pria itu justru memamerkan senyuman lebar yang penuh dengan kehangatan.
Chen Jue dengan lembut menepuk punggungnya, ia dapat merasakan tubuh mungil Xiao Wu yang sedang gemetar.
"Aku sudah bilang kau ini polos dan kau tidak percaya. Sejak hari di mana kau menyerahkan dirimu kepadaku, aku sudah berjanji kepadamu, kita tidak akan pernah berpisah!"
"Lagipula, di mataku, entah kau ini makhluk roh atau apa pun itu, kau selamanya tetaplah Xiao Wu-ku!"
Gadis itu sedikit mendongak, kilatan rasa terkejut melintas sekejap di matanya, lalu air mata berderai membasahi pipinya.
Ia tadinya sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk!
Namun... ia sama sekali tidak menyangka pria itu justru tidak peduli!
Pada detik ini, Xiao Wu tidak lagi memiliki kekhawatiran apa pun, ia pun memeluk Chen Jue dengan semakin erat.
"Kelinci kecil, jangan menangis lagi, kalau kau menangis terus, aku akan menghukummu!"
Xiao Wu terisak pelan, menghentikan air matanya, meskipun sisa-sisa bulir bening masih menggenang di pelupuk matanya, membuat siapa pun merasa iba melihatnya.
"Selama kau tidak meninggalkanku, hukuman bentuk apa pun, Xiao Wu akan menerimanya!"
"Ini ucapanmu sendiri loh~"
Sementara itu, Er Ming yang menyaksikan seluruh adegan tersebut dari awal langsung merasa panik di tempat, buru-buru mengeluarkan beberapa suara geraman.
Sepertinya ia sedang memperingatkan mereka berdua agar tidak berbuat senekat itu!
Berpelukan saja sudah cukup, kenapa malah meraba-raba, meraba saja sudah cukup, kenapa malah berciuman!
Hiks hiks hiks~
Kalau mau memamerkan kemesraan, berikan saja pada anjing, kenapa malah diperlihatkan pada seekor kera sepertiku!
Mendengar suara protes dari Er Ming, Xiao Wu seketika tersadar dan merasa malu.
Rona kemerahan menjalar memenuhi wajahnya yang jelita, lalu ia melayangkan tatapan tajam penuh kemarahan ke arah Er Ming.
Makhluk ini mau cari apa sih, malah mengganggu momen indahnya.
Padahal ada empat gadis yang harus berbagi satu pria, jatah yang ia dapatkan saja sudah tidak seberapa.
Sekarang, mumpung Chen Jue akhirnya bisa meluangkan waktu berduaan dengannya dan ia masih ingin bermanja-manja lebih lama lagi, Er Ming malah datang mengganggu.
Hah!
Nanti akan kuhantam kepalamu habis-habisan.
Sementara itu, Chen Jue juga melotot tajam ke arah Er Ming, pengganggu suasana ini benar-benar menyebalkan...
Tidak lama kemudian, mereka berdua dibawa oleh Er Ming ke sebuah dataran terbuka, di mana di hadapan mereka terdapat sebuah pemandangan danau yang airnya begitu tenang.
Permukaan air danau itu memancarkan aura kehidupan yang sangat luar biasa kuat!
Er Ming dengan sangat hati-hati menurunkan Xiao Wu ke tanah, namun terhadap Chen Jue ia sama sekali tidak memiliki secercah rasa suka pun.
Ia hanya melempar pria itu begitu saja, meskipun ia tidak berani menggunakan terlalu banyak tenaga karena Kak Xiao Wu sepertinya sangat menyukai pria ini.
Jika sampai ia melukai pria itu, Kak Xiao Wu pasti akan menyalahkannya.
Namun untunglah Chen Jue bukan orang sembarangan, ia berhasil mendarat dengan stabil.
Ia pun menatap Er Ming dengan tatapan penuh kemenangan bercampur cibiran.
"Er Ming!!"
Xiao Wu menghentakkan kakinya karena geram, ia tentu saja bisa menangkap tindakan Er Ming yang sengaja ingin mengerjai pria itu.
"Kalau kau bersikap seperti itu, Kakak Chen Jue akan kesakitan! Tubuh sudah sebesar itu tapi masih ceroboh saja!"
Mendengar teguran itu, Er Ming langsung menundukkan kepalanya tanpa berani mengeluarkan suara, bersikap bagaikan seorang anak kecil yang baru saja melakukan kesalahan!
Xiao Wu menendang kaki Er Ming sekilas, lalu berjalan menghampiri sisi Chen Jue.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Xiao Wu penuh perhatian.
"Tidak apa-apa!" jawab Chen Jue sambil tersenyum.
"Bum bum bum!!!"
Begitu suara itu selesai terucap, permukaan danau yang tenang mendadak mengeluarkan suara gemuruh yang rendah.
Sesaat kemudian, air danau menyembur keluar bak air mancur, dan sesosok kepala lembu berukuran raksasa muncul ke permukaan.
Sementara di bawah leher kepala lembu itu tersambung tubuh ular sanca yang tebal dan kokoh, memunculkan diri disertai gelombang aura yang teramat mengerikan.
"Manusia, kau ternyata bisa membuat Kak Xiao Wu membawamu datang ke tempat ini, kelihaian lidahmu rupanya cukup hebat juga!"
Xiao Wu menoleh ke arah sumber suara, kilatan keterkejutan yang menyenangkan terpancar di matanya!
"Da Ming! Kau ternyata sudah terbangun ya!"
Da Ming melirik sekilas ke arah Xiao Wu lalu mengangguk.
"Kak Xiao Wu baru pertama kalinya membawa manusia kembali ke sini, tentu saja aku harus keluar untuk melihatnya!"
"Benar! Kebetulan aku ingin memperkenalkan sesuatu kepadamu!"
Setelah itu, Xiao Wu menarik lengan Chen Jue dan mengangkatnya di hadapan Da Ming.
"Ini adalah Chen Jue, pria milikku!"
"Kakak Chen Jue, dia ini Da Ming, kekuatannya sangat hebat, merupakan makhluk roh berusia seratus ribu tahun! Para master roh menjulukinya sebagai Kaisar Hutan!"