Bab Sembilan Puluh Lima: Pilihan Bakat

Pemburu Mesin Tingkat Dewa dalam Dunia Maya Mario yang Bangkit 2733kata 2026-03-04 14:00:26

ps: Buku ini kemungkinan baru akan rilis sekitar setengah bulan hingga satu bulan lagi, tapi jumlah kata-katanya sudah sangat banyak, sekarang sudah melewati jumlah kata pada umumnya saat buku naik cetak. Waktu lalu aku diminta untuk membatasi jumlah kata, tapi akhirnya aku malah menemukan ide untuk menambah bab berdasarkan jumlah suara rekomendasi, tak disangka suara rekomendasi juga membludak, sehingga tidak bisa membatasi jumlah kata sama sekali, sepertinya aku bakal dapat peringatan lagi. Jadi, jumlah kata harus benar-benar dikontrol mulai sekarang.

Untuk tambahan bab berdasarkan suara rekomendasi hari ini tetap akan diberikan, tenang saja. Ada juga pembaca yang bilang aku update-nya lambat, coba bandingkan dengan novel baru lain saat naik cetak, kita semua pembaca lama, pasti tahu rata-rata berapa jumlah kata ketika rilis. Tapi aku sudah melebihi jumlah kata itu dan masih lama sebelum rilis resmi, jadi cukup sampai di sini saja, malam ini akan ada tambahan bab jika suara rekomendasi tembus tiga belas ribu.

Aku punya stok naskah, hanya bisa menunggu rilis supaya kalian bisa membaca sepuasnya, semoga teman-teman maklum dan terus mendukung, salam dari Mario.

...

“Serius nih, hewan peliharaan ini terlalu mudah ditangkap,” ujar Zhao Lei sambil mengitari Laba-laba Kristal dua kali.

“Itu karena kamu lihat dia gampang ditangkap saja,” sahut Malaikat Penjaga sambil mencibir, “Mana ada semudah itu, intinya Liao Yuan terlalu luar biasa, satu jurus saja membuat darah boss tersisa kurang dari 10%, makanya bisa berhasil dua kali, kalau orang lain, bisa membuat Silver Eagle sekarat saja sudah susah.”

“Benar juga,” Zhao Lei teringat pada status pemburu sekarang, kebanyakan pemain memang punya prasangka pada pemburu, dalam kondisi biasa pun nasib mereka tidak bagus, “Coba bagikan status hewan peliharaanmu, biar kami lihat apakah benar-benar hebat.”

“Sebenarnya, kali ini faktor keberuntungan lebih besar, tadinya aku sudah siap berjuang dua jam,” ujar Li Yao dengan riang sambil membagikan status peliharaannya.

“Gila, ini sudah kelewatan, atribut sehebat itu, aku pasti bukan tandingan monster ini,” Malaikat Penjaga sampai meneteskan air liur, “Ternyata memang salah pilih profesi.”

“Kamu selain Pukulan Cahaya Suci, tidak punya skill serang lain, lawan monster biasa saja kamu sudah kesulitan,” ujar Ksatria Buah dengan santai.

“Aku juga merasa salah pilih profesi,” Zhao Lei pun tidak bisa menahan rasa iri.

Li Yao hanya tersenyum tanpa berkata-kata, kalau bicara soal atribut murni, memang masih beberapa tingkat di bawah Elang Api level sepuluh, tapi keunggulan laba-laba ini pada skill dan pertahanannya, sangat berguna.

“Kalian main pemburu, mungkin tembakan kalian di luar sepuluh meter saja sudah sering meleset, pasti juga tidak ada yang mau mengajak kalian tim,” Ksatria Buah kembali menyindir kedua temannya.

Malaikat Penjaga hanya mengerucutkan bibir, tidak membantah, sedangkan Zhao Lei bergumam, “Dengan peliharaan seperti ini, meskipun aku tak pernah mengenai sasaran, pasti banyak yang berebut ingin mengajakku tim.”

Semua pun tertawa terbahak-bahak.

Li Yao melambaikan tangan, “Sudahlah, berhenti bercanda, ayo kembali ke kota, ada banyak bahan di tas yang harus diurus.”

“Tunggu, kalian langsung pulang begitu saja, besok ada rencana apa?” tanya Zhao Lei.

Malaikat Penjaga melirik Ksatria Buah, lalu berkata, “Belum ada rencana, pulang dulu untuk belajar skill baru. Setelah itu, harus cari tempat lain untuk naik level. Tapi mungkin kami akan bantu istriku menyelesaikan misi elit dulu.”

Berburu laba-laba untuk naik level sudah tidak efektif, mereka semua juga sudah bosan, jadi tidak ada yang mengusulkan untuk lanjut.

“Aku juga harus menyelesaikan misi elit, begitu juga Leizi, mungkin besok kami akan mulai, waktunya memang semakin mepet,” kata Li Yao.

“Misi elit kalian apa, coba ceritakan, siapa tahu bisa dikerjakan bareng, naik level sama kalian itu memang menyenangkan,” usul Ksatria Buah. Setelah beberapa hari bersama, mereka sudah saling mengenal karakter masing-masing, dan semuanya puas.

“Misi Leizi harus membunuh salah satu anak Gergol kelas pemimpin level tiga puluh, sedangkan misiku membersihkan salah satu pos suku manusia serigala yang sudah dikuasai, jumlahnya ribuan, elitnya tak terhitung, pemimpinnya juga entah berapa, tapi biasanya dalam satu suku kecil, pasti ada kepala suku dan pendeta, belum lagi mungkin ada pemimpin khusus, dan level mereka tidak rendah, sangat menyulitkan.”

“Pemimpin level tiga puluh saja sudah keterlaluan. Kamu malah harus memusnahkan satu suku? Astaga, mentor kalian itu makhluk apa sih, sadis banget,” ujar Malaikat Penjaga sambil memegangi kepala.

“Misi ku cuma membasmi tiga pemimpin monster berkekuatan gelap, levelnya tidak dibatasi,” Ksatria Buah juga terkejut oleh misi mereka yang begitu berat.

“Yang kasih misi itu kakek tua dekil, aku curiga ditipu,” Zhao Lei mengeluh.

“Tenang saja, pasti bukan penipu, kamu langsung dapat warisan lengkap setelah misi itu selesai,” hibur Li Yao.

“Kalau begitu, kenapa misi kamu juga susah banget?” tanya Zhao Lei heran.

“Kasusku agak khusus, soalnya ratu terlalu perfeksionis, pas ada masalah di sini, sekalian saja dijadikan ujian untukku,” Li Yao tersenyum getir, ratu itu memang terlalu menuntut.

“Apa? Ratu? Kamu ketemu ratu? Cantik nggak, karismatik nggak?” tanya Malaikat Penjaga dengan antusias.

“Hm?” Ksatria Buah melirik sekilas, Malaikat Penjaga langsung diam.

“Kebetulan saja, misi khusus,” jawab Li Yao seadanya.

“Bagaimana kalau besok kita kerjakan bareng saja, toh misi kita tidak bertabrakan,” saran Ksatria Buah.

“Baik, kita putuskan begitu, ayo balik ke kota,” ujar Li Yao.

Setelah kembali ke kota, Li Yao memandang bahan-bahan di tasnya dengan sedikit pusing, sebenarnya dia bisa saja menggunakan untuk alkimia, tapi sudah cukup repot dengan urusan teknik, jadi malas menambah pekerjaan.

Li Yao lalu memakai identitas Liao Yuan menghubungi Langit Luas. Mereka berdua kini mitra kerja, sudah beberapa kali bertemu, jadi cukup akrab.

Li Yao mengirim semua bahan laba-laba lewat pos, dan Langit Luas menerimanya tanpa menolak. Bahan-bahan itu bisa digunakan untuk membuat banyak ramuan penawar racun dan racun laba-laba, juga dapat melahirkan dua sampai tiga alkemis tingkat menengah.

Karena levelnya tinggi dan jumlah bahan banyak, nilai jualnya pun tinggi.

Kantung uang Li Yao kembali menggembung, ia berhasil menjual lebih dari dua puluh, ditambah hasil tambang selama beberapa hari, totalnya sudah tujuh puluh sampai delapan puluh koin emas, dan kini sudah tembus seratus koin emas.

Kalau bukan karena mengelola tambang, mungkin Li Yao sudah menguras habis dana likuid Perkumpulan Gemilang. Dengan mesin pertambangan, efisiensi meningkat berkali-kali lipat.

Saat ini, tembaga benar-benar langka, Perkumpulan Gemilang pun hanya bisa menyerap sebagian, sisanya dijual ke luar, tiap hari Li Yao setidaknya mendapat belasan koin emas.

Sekarang penghasilan pemain memang naik, tapi sehari berburu monster biasa saja paling dapat belasan koin perak, itu pun harus dihemat, bisa memenuhi kebutuhan sendiri sudah bagus, soal tabungan jangan ditanya.

Seratus koin emas, jangan bilang pemain biasa, bahkan perkumpulan papan atas pun belum tentu mampu mengumpulkan. Bukan karena nilainya kurang, tapi kebutuhan dana di awal sangat besar.

Li Yao jelas jadi sultan nomor satu saat ini, sampai Langit Luas pun mengaku iri.

Setelah punya uang, Li Yao membeli banyak gulungan sihir dan berbagai ramuan, bahkan panah pun diganti dengan panah berkualitas tinggi.

Jenis panah ini menambah 2-5 serangan, merupakan panah militer, tentu saja harganya beberapa kali lipat lebih mahal, tapi Li Yao memang sedang tak kekurangan uang, demi ujian elit ia menyiapkan banyak sekali perbekalan.

Li Yao menjadi yang pertama naik ke level sepuluh, mendapat dua poin bakat sebagai hadiah, lalu satu poin lagi karena mencapai level sepuluh, total tiga poin bakat, dua ia masukkan ke bakat Raja Binatang, satu lagi ke bakat Menembak.

Bakat Raja Binatang meningkatkan seluruh atribut peliharaan, bisa diisi tiga poin, tiap poin menambah 2%.

Untuk bakat Menembak, Li Yao tidak mengambil baris pertama yang fokus pada serangan, sebab serangan bukan prioritasnya saat ini, melainkan memilih bakat kelincahan yang menambah 15% kelincahan.

Li Yao bisa lebih cepat mengisi peluru dan menembak, semua berkaitan dengan kelincahan, sebenarnya mirip dengan kecepatan serangan di masa lalu.

Strategi Li Yao adalah menggunakan poin bakat dari naik level untuk Raja Binatang, sedangkan poin bakat dari peristiwa kehormatan untuk Menembak.

Setelah level 60, satu jalur bakat pun bisa penuh, dan setelah itu bisa mulai jalur kedua.

Li Yao bermaksud memanfaatkan keunggulan dari reinkarnasi, sebisa mungkin mengumpulkan poin bakat dari peristiwa kehormatan, supaya bisa mengembangkan dua jalur sekaligus, fokus utama Raja Binatang, pendukung Menembak...