Bab 59: Darah Naga Berhasil Didapatkan
Gadis berbaju merah itu tidak lain adalah Zhao Mingzhu.
Orang yang berbicara tadi adalah tetua keempat keluarga Zhao.
Ia berjalan ke arah gadis berbaju putih, berniat untuk memenggal kepala gadis tersebut.
Begitu mendekati gadis berbaju putih itu, ia merasa ada sesuatu yang janggal.
Sebab, ia mendapati tidak ada setetes darah pun pada tubuh gadis berbaju putih itu.
Namun, sebelum ia sempat bereaksi, sosok gadis berbaju putih itu tiba-tiba melesat bangkit.
Pedang Elemen Kayu!
Syu!
Sebilah pedang kayu muncul begitu saja di tangan gadis berbaju putih.
Berkat latihan yang dijalaninya belakangan ini, ia sudah sangat mahir mengendalikan teknik elemen kayu.
Cipratan darah berhamburan.
Tetua keempat keluarga Zhao, seorang pendekar di puncak tingkat pemurnian Qi, tenggorokannya langsung teriris.
"Su Yao!"
Anggota keluarga Zhao lainnya diliputi amarah membara.
Selain amarah, mereka juga diselimuti kebingungan luar biasa.
Terkurung dalam hujan panah, bagaimana bisa Su Yao tetap baik-baik saja?
Tentu saja mereka tidak tahu, fisik Su Yao telah ditempa berulang kali menggunakan cairan spiritual kehidupan, hingga mendekati taraf seorang cultivator tahap pembangunan fondasi.
Panah-panah biasa semacam itu sama sekali tidak mampu melukainya.
Gerakan Su Yao tidak berhenti.
Pedang Elemen Kayu tiba-tiba melesat terbang dari tangannya.
Namun, pedang itu tidak menyerang anggota keluarga Zhao yang lain, melainkan menebas ke arah tanah.
Seketika itu juga, sebuah jurang tercipta di permukaan tanah.
Tak lama kemudian, tanah di seluruh hutan ini mulai bergetar hebat.
"Gawat!"
Wajah para anggota keluarga Zhao langsung berubah drastis.
Bum!
Tepat pada saat itu, tanah seluas seratus zhang di sekitar mereka ambruk seketika.
Tentu saja ini adalah ulah Su Yao.
Sejak awal ia menduga bahwa saat dirinya keluar, keluarga Zhao kemungkinan besar akan datang untuk menyergapnya. Karena itu, ia telah mempelajari rona medan di sepanjang jalan dan menyimpulkan bahwa hutan pohon merah inilah yang paling cocok untuk melakukan penyergapan.
Oleh karena itu, ia memperkirakan tempat keluarga Zhao akan menyergapnya kemungkinan besar adalah di sini.
Ia datang ke tempat ini semalaman untuk menggali bagian bawah tanah hutan tersebut hingga kosong.
Mampu mengosongkan perut bumi di tempat ini hanya dalam waktu tiga hari tentu saja berkat kerja keras para marmut.
Su Mu telah mengirimkan sepuluh ekor marmut untuk membantunya.
Kesepuluh ekor marmut itu diangkut oleh burung-burung gagak spiritual dan telah tiba sejak tiga hari lalu.
Bahkan sebenarnya, sejak kemarin, kesepuluh marmut itu telah selesai menggali dan mengosongkan tanah seluas seratus zhang di sekelilingnya.
Itulah sebabnya, begitu Su Yao menebaskan pedangnyam tanah hutan ini langsung runtuh seketika.
Di bawah tanah, Su Yao telah menancapkan banyak sekali bilah bambu tajam.
Puluhan anggota keluarga Zhao yang jatuh langsung terluka, bahkan sebelum tubuh mereka tertususk oleh bambu-bambu runcing tersebut.
"Pelacur sialan."
Tetua keempat keluarga Zhao, Zhao Mingyang, terbelalak penuh kebencian, sangat ingin merobek-robek tubuh Su Yao menjadi serpihan.
Dengan kerugian sebesar ini, bahkan jika pada akhirnya keluarga Zhao berhasil membunuh Su Yao, vitalitas mereka pasti akan terluka parah.
"Zhao Mingyang, terimalah kematianmu."
Su Yao tidak memedulikan anggota keluarga Zhao yang lain.
Ia memanfaatkan momen saat yang lain sedang terluka dan belum sempat menyerangnya.
Dengan kecepatan penuh, ia mendekati Zhao Mingyang.
Jika ia berhasil membunuh Zhao Mingyang, sang tetua keempat keluarga Zhao itu, hal tersebut pasti akan membuat keluarga Zhao mengalami kemunduran besar.
"Pelacur sialan, hanya dengan kemampuanmu kau berani bermimpi melakukan serangan balik terhadapku?"
Wajah Zhao Mingyang berkerut mengerikan.
Aura cultivator tahap pembangunan fondasi seketika meledak dari dalam tubuhnya.
Pada saat bersamaan.
Sebuah palu kecil berukuran mini muncul di tangannya.
Begitu ia lemparkan, dalam sekejap palu kecil itu membesar diterpa angin, berubah menjadi palu besar seukuran setengah zhang.
Kekuatan mengerikan terpancar dari palu besar tersebut, membuat udara di sekitarnya turut bergetar.
Kekuatan spiritual yang terkandung di dalamnya sama sekali bukanlah sesuatu yang bisa ditahan oleh Su Yao seorang diri.
Di saat yang krusial, sesemburan angin kencang melesat keluar, menyambut palu besar itu secara langsung.
Bum!
Palu besar itu berbenturan dengan angin kencang.
Seketika itu juga, angin kencang tersebut buyar, namun palu besar itu pun berhasil ditahan.
"Kwa."
Di atas langit Su Yao, muncul seekor burung gagak raksasa berukuran enam kaki.
"Iblis gagak."
Wajah Zhao Mingyang langsung berubah menjadi sangat suram.
Burung gagak raksasa di hadapannya ini jelas-jelas adalah sesosok monster gagak.
Terlebih lagi, kekuatan monster gagak ini tidak kalah darinya.
"Su Yao, kau berani bersekongkol dengan siluman, dosamu tak terampuni walau mati seratus kali."
Niat membunuh Zhao Mingyang terhadap Su Yao semakin membara. "Lagi pula, apa kau pikir seekor iblis gagak mampu melindungimu?"
Saat ia berbicara, tiga orang tetua keluarga Zhao di sekitarnya telah mengepung.
Ketiga tetua keluarga Zhao itu semuanya berada di puncak tingkat pemurnian Qi.
Jika mereka bergabung, tidak menjadi masalah untuk menghadapi cultivator di awal tahap pembangunan fondasi.
Sementara burung gagak spiritual itu hanya mampu menahan Zhao Mingyang seorang diri.
"Kalian bilang aku bersekongkol dengan siluman, ya sudah kalau begitu aku memang bersekongkol dengan siluman."
Su Yao tersenyum. "Namun omong-omong, siapa bilang aku hanya bersekongkol dengan satu ekor siluman saja?"
Belum sempat suaranya mereda!
"Kwa, kwa, kwa..."
Sembilan ekor burung gagak spiritual lainnya muncul.
Para anggota keluarga Zhao seketika memperlihatkan ekspresi ngeri yang luar biasa.
"Su Yao."
Wajah Zhao Mingyang memucat. "Peristiwa hari ini sepenuhnya didalangi oleh Yang Yuan, keluarga Zhao kami hanya mematuhi perintahnya..."
Sementara di dalam hatinya, ia diam-diam menyimpan niat kejam.
Selama ia berhasil melewati kesulitan ini, ia pasti akan melaporkan perbuatan Su Yao yang bersekongkol dengan siluman kepada Kediaman Qingqiu.
Pada saat itu, bahkan tanpa ia harus bertindak sendiri, Kediaman Qingqiu tidak akan melepaskan Su Yao.
Prak!
Tanpa mengubah ekspresi wajahnya, Su Yao menusukkan pedangnya menembus tenggorokan Zhao Mingyang.
Tubuh Zhao Mingyang mendadak kaku.
Cakar burung gagak spiritual itu memanfaatkan kesempatan untuk merobek dan menembus jantung Zhao Mingyang.
Tidak jauh dari sana, Zhao Mingzhu terduduk lemas di tanah, wajahnya dipenuhi teror sembari gemetar ketakutan.
Su Yao sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan.
Begitu pedangnya menebas turun, Zhao Mingzhu tewas!
Menyusul kemudian anggota keluarga Zhao yang lainnya.
Burung-burung gagak spiritual itu sama sekali tidak memiliki rasa iba terhadap mereka.
Di bawah pengejaran para burung gagak tersebut, anggota keluarga Zhao lainnya nyaris tidak memiliki kemampuan untuk melawan.
Kurang dari setengah waktu dupa dibakar, seluruh anggota keluarga Zhao yang berada di tempat itu berhasil dibasmi.
Dengan tewasnya seluruh anggota keluarga Zhao ini, Su Yao merasa batinnya menjadi jauh lebih tenang dan jernih.
Harus diketahui.
Keluarga Zhao juga memiliki banyak musuh.
Kini, setelah vitalitas keluarga Zhao terluka parah semacam ini, para musuh keluarga Zhao itu pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menghantam mereka.
Untuk waktu yang sangat lama ke depan, keluarga Zhao diperkirakan tidak akan memiliki luang waktu untuk datang mengurusnya.
Su Yao tidak ragu-ragu lagi.
Ia mulai bergerak cepat membersihkan medan pertempuran.
"Satu buah palu pusaka, seratus buah batu spiritual."
Su Yao merasa sangat gembira.
Hasil panen ini benar-benar tidak bisa dibilang sedikit.
Baik palu pusaka maupun seratus batu spiritual tersebut, keduanya merupakan barang yang cukup berharga.
"Lanjutkan perjalanan ke Sekte Ziyang."
Su Yao kembali melanjutkan perjalanannya.
Setengah hari kemudian.
Su Yao tiba di Sekte Ziyang.
"Kak A-Yao."
Su Luo telah menanti sejak lama di luar gerbang sekte.
Keduanya memasuki Sekte Ziyang.
Orang-orang di sepanjang jalan memperlakukan Su Luo dengan cukup sopan.
Hal itu membuat Su Yao tersenyum. "Sepertinya kau hidup cukup baik di Sekte Ziyang, dengan begini aku pun merasa lega."
"Sebenarnya alasan mereka begitu sopan kepadaku sebagian besar karena mereka tahu aku memiliki seorang kakak perempuan yang merupakan seorang tokoh jenius di Kediaman Qingqiu," ujar Su Luo dengan bangga.
Reputasi Su Yao di Kediaman Qingqiu semakin hari semakin besar.
Hal itu membuatnya turut merasa bangga.
Keduanya tiba di tempat kediaman Su Luo.
Setelah di sekitar situ dipastikan tidak ada orang lain, Su Yao berkata dengan serius, "Bagaimana kelanjutan mengenai tiga tetes darah Naga Biru itu?"
"Tiga tetes darah Naga Biru itu berada di tangan tetua kelima," kata Su Luo. "Aku telah berbicara dengannya, transaksi bisa dilakukan seharga sembilan puluh batu spiritual, tetapi aku merasa masih ada ruang untuk menawarnya..."
"Tidak perlu menawar lagi."
Su Yao bertutur, "Segera dapatkan ketiga tetes darah Naga Biru itu ke tangan kita, jangan sampai ada masalah di luar dugaan."
Usai berkata demikian, ia menyerahkan sembilan puluh batu spiritual kepada Su Luo.
Su Luo keluar membawa sembilan puluh batu spiritual tersebut.
Satu jam kemudian, ia kembali dan membawa sebuah botol kecil di tangannya.
Su Yao membuka botol kecil itu, dan di dalamnya benar-benar terdapat tiga tetes darah Naga Biru.
Untuk sejenak, Su Yao bahkan merasa seolah-olah ini semua tidak nyata.
Jika ia tidak tahu bahwa cairan itu adalah darah Naga Biru maka lain cerita.
Sekarang, setelah ia tahu pasti bahwa benda itu adalah darah Naga Biru, ternyata ia berhasil mendapatkannya hanya dengan menukar sembilan puluh batu spiritual.
Ia benar-benar merasa hal ini begitu ajaib.
"Su Luo, darah Naga Biru ini sangat penting, aku akan segera kembali ke Zona Terlarang Kabut."
Kata Su Yao.
"Baik."
Su Luo mengangguk setuju.