Bab 31 Mengapa Jiang Han Bisa Berubah Menjadi Seperti Ini?
"Tring!"
Jiang Han hanya merasa pandangannya kabur, kilatan pedang biru itu membuatnya buta sesaat.
Saat ia bisa melihat sekeliling dengan jelas kembali, ia mendapati Liu Hanyue berdiri di tempat dengan raut wajah ketakutan. Sebuah kompas hitam melayang di depan keningnya, menahan serangan pedang terbang berwarna biru dengan sekuat tenaga!
"Du Yucheng, apa yang kau lakukan! Aku mencari adik seperguruan ku, apa urusannya denganmu?!"
Wajah Liu Hanyue pucat pasi, hatinya diliputi ketakutan. Wanita gila ini benar-benar kuat; serangan pedang tadi tampak biasa saja, namun ia harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan satu serangan tersebut.
Terlebih lagi, kondisi batinnya kini sedang rusak dan tingkat kultivasinya terasa tidak stabil. Jika serangan itu datang sekali lagi, ia yakin tidak akan mampu menahannya.
"Liu Hanyue, kakak seperguruan sedang membantuku, untuk apa kau menggonggong?!" Jiang Han mencemooh.
"Kau terus-menerus mengatakan aku adalah adik seperguruanmu, tapi apakah aku pernah menggunakan sumber dayamu? Pernahkah aku memakan makananmu? Saat aku dalam kesulitan, apakah kau pernah membantuku?"
"Jiang Han, kau, kau berani memaki ku? Kau keparat!!" Liu Hanyue murka. Ia sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Jiang Han setelahnya, yang ia dengar hanyalah makian Jiang Han! Jiang Han benar-benar berani memaki dirinya!
Jiang Han menatapnya, "Aku sama sekali tidak berutang apa pun pada kalian! Sebaliknya, apa yang kalian hutangkan padaku, cepat atau lambat akan kutagih! Jika kau masih belum menyerah, aku tidak keberatan membiarkanmu membayar bunganya terlebih dahulu."
"Jiang Han, bagaimanapun juga, aku adalah kakak seperguruanmu. Kau mengakuinya atau tidak, itu tetap kenyataannya!" Wajah Liu Hanyue semakin pucat, sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah.
Namun, ia seolah tidak peduli dengan lukanya, ia hanya menatap Jiang Han dengan penuh amarah.
"Kakak seperguruan? Kau itu apa! Masih berani menyebut diri kakak seperguruan? Saat kau memukul, memaki, dan menghinaku, kenapa kau tidak bilang kau adalah kakak seperguruan ku? Saat kau memfitnah dan menjebakku, kenapa kau tidak bilang kau adalah kakak seperguruan ku?"
Jiang Han tertawa getir sambil menunjuk hidung Liu Hanyue dan memaki habis-habisan.
"Sekarang setelah hidupku membaik, kau datang lagi dan mengaku sebagai kakak seperguruan? Di mana letak mukamu? Hah? Mengapa dulu aku tidak menyadari kalau kau adalah orang seperti ini?!"
"Apa yang kau katakan!!!!" Liu Hanyue sangat marah, matanya memerah. Ia menyemburkan setetes esensi darah ke kompasnya. Kompas itu seketika memancarkan cahaya merah darah, auranya melonjak drastis dan secara paksa menahan pedang terbang tersebut.
Memanfaatkan momen saat ia mengerahkan potensi senjata pusakanya, ia mengangkat tangan dan hendak menyerang Jiang Han!
"Hentikan! Hanyue, tenanglah, kita tidak datang ke sini untuk berkelahi!" Mo Qiushuang tiba-tiba mengerahkan kekuatan untuk menahan Liu Hanyue yang sedang mengamuk.
"Jiang Han, kau juga tutup mulutmu. Bagaimanapun, Hanyue tetap kakak seperguruanmu, bagaimana bisa kau memaki dia seperti itu? Sekalipun dulu dia salah, sekarang dia tulus meminta maaf padamu, tidak bisakah kau berlapang dada sedikit?"
Jiang Han menatap Mo Qiushuang lalu mencibir, "Berlapang dada? Mo Qiushuang, bagaimana jika aku menamparmu, lalu kau berlapang dada padaku, mau?"
Mata Mo Qiushuang memerah, "Jiang Han, bagaimana kau bisa berubah menjadi seperti ini..."
"Berhentilah berakting." Jiang Han menahan rasa mualnya, "Sekarang mulai berpura-pura menjadi orang baik, ke mana saja kau sebelumnya?"
"Kalian berdua jangan membuatku jijik di sini, pergilah ke mana pun kalian berasal. Keluar jalan-jalan malah bertemu anjing gila, cih! Benar-benar sial!"
Jiang Han melirik mereka dengan pandangan meremehkan, lalu memberi isyarat kepada Du Yucheng dan langsung berbalik pergi.
"Jangan pergi! Jiang Han, berhentilah..." Liu Hanyue masih mencoba mengejar.
Namun saat berikutnya, pedang terbang biru itu tiba-tiba mengerahkan tenaga. Kompas merah darah itu tidak mampu menahannya, lalu hancur menjadi serbuk dalam sekejap. Kilatan cahaya biru membesar dengan cepat di pupil matanya!
Tepat saat Liu Hanyue menunjukkan raut putus asa, pedang terbang itu tiba-tiba berhenti tepat di depan keningnya.
Liu Hanyue terpaku ketakutan, keringat dingin seketika membasahi pakaiannya. Ia menatap tajam pedang yang berada di depan keningnya, tidak berani bergerak sedikit pun.
Untungnya, Du Yucheng tidak memiliki niat membunuh, jika tidak, dia pasti sudah mati oleh serangan tadi.
Hingga sosok Jiang Han menghilang, pedang itu baru bergetar dan terbang menjauh.
"Aaah—!!" Liu Hanyue berteriak seolah melampiaskan amarahnya, menatap tajam ke arah Jiang Han pergi.
Mo Qiushuang yang melihat kondisinya hanya bisa menghela napas panjang, tidak tahu harus berkata apa.
Jiang Han benar-benar sudah gila. Ia sama sekali tidak memedulikan hubungan sesama perguruan dan berani melontarkan kata-kata kasar kepada mereka di depan banyak orang.
"Kakak seperguruan, Jiang Han benar-benar sudah tamat. Dia berani bekerja sama dengan orang luar untuk menyerangku! Dia juga memaki ku! Dia benar-benar memaki ku! Kakak, dia memaki ku!"
Mata Liu Hanyue memerah, tangannya mengepal erat, giginya bergemeretak menahan amarah.
"Aku akan memberitahu Guru. Dia pikir Sekte Pedang Zixiao bisa melindunginya? Sampah ini, aku pasti akan membawanya kembali, dia tidak akan bisa lari!"
"Hanyue!" Mo Qiushuang membentak dengan keras, suaranya menggetarkan batin Liu Hanyue.
"Urusan itu belakangan saja. Kita harus mencari cara untuk membawanya pulang. Bakat Jiang Han tidak seberapa, mengapa Sekte Pedang Zixiao begitu menghargainya? Sesuatu yang tidak wajar pasti ada udang di balik batu."
Mo Qiushuang tampak serius, "Sekte Pedang Zixiao pasti memiliki rencana tertentu, bahkan sangat mungkin mereka akan membahayakan Jiang Han. Kita harus segera membawanya pergi. Asalkan bisa membawanya kembali ke Sekte Lingtian, cepat atau lambat dia akan memaafkan kita dan berbaikan kembali."
Liu Hanyue yang diselimuti amarah berkata, "Kakak, aku akan membongkar semua perbuatan kotor yang dilakukan Jiang Han dulu."
"Tidak peduli apakah Sekte Pedang Zixiao tulus melatihnya atau tidak, begitu mereka tahu apa yang telah dilakukan Jiang Han, mereka pasti tidak akan membuang sumber daya untuk melatih seorang pencuri!"
"Pencuri?" Mo Qiushuang menatap dingin, "Pencuri yang difitnah dan dijebak?"
Liu Hanyue terdiam sejenak, "Aku tidak terlalu sering memfitnahnya, barang-barang yang hilang dari orang lain memang dia yang mencurinya!"
"Setelah aku kembali dan menemukan buktinya, aku akan membuatnya hancur sehancur-hancurnya. Dia berani memaki ku? Aku ingin melihat ke mana dia akan pergi setelah diusir oleh Sekte Pedang Zixiao!"
"Saat itu dia pasti akan patuh kembali dan mengakui kesalahannya, lalu kita akan memberinya kompensasi yang layak, dia pasti akan memaafkan kita."
"Jiang Han bukan pencuri!" Mo Qiushuang menatap dengan tegas, "Dia sama sekali bukan orang seperti itu, kalian semua yang menjebaknya!"
"Tidak mungkin! Selain adik ketujuh, adik seperguruan lainnya semua pernah kehilangan barang. Bagaimana mungkin mereka semua menjebak Jiang Han? Mereka bukan orang gila."
Liu Hanyue menggertakkan gigi, "Dia berani memaki ku! Sungguh durhaka! Aku tidak akan membiarkannya!"
"Hanyue." Wajah Mo Qiushuang tampak rumit, "Apakah kau akan segera menghadapi kesengsaraan?"
Liu Hanyue tertegun, "Iya, kenapa?"
"Perhatikan dan kendalikan batinmu. Dalam kondisi seperti ini, aku takut kau tidak akan mampu melewati Ujian Hati."
"Bagaimana mungkin..." Liu Hanyue hendak menyangkal, namun saat teringat apa yang baru saja ia lakukan, ia tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar kencang.
Apa yang baru saja ia lakukan? Mengapa ia begitu mudah marah? Mengapa ia ingin mencelakai Jiang Han?
Gejolak batin yang hebat, kepribadian yang temperamental, serta haus darah dan kejam, bukankah ini pertanda akan sesat ke jalan iblis?!
"Kakak, aku baru saja..." Tubuh Liu Hanyue gemetar hebat, matanya dipenuhi rasa takut. Ia baru saja hampir terjerumus.
"Jangan pernah bertindak gegabah. Tenangkan batinmu dan jangan pernah pergi menemui Jiang Han sendirian." Mo Qiushuang sangat serius.
"Jiang Han tidak keluar dari Sekte Pedang Zixiao, kita tidak punya cara lain. Sekarang kita hanya bisa melapor kepada Guru dan membiarkan Guru yang memutuskan."
"Baik." Liu Hanyue mengangguk, lalu bertanya dengan ragu, "Tapi kenapa Jiang Han bisa mempengaruhi batin ku? Aku baru saja..."
Ia terdiam sejenak, lalu berkata dengan ragu, "Batin ku baru saja hancur satu lapis."
Mo Qiushuang menatapnya dalam-dalam, "Aku pun tidak tahu mengapa."
Liu Hanyue terkejut, tiba-tiba mendongak, "Kakak, jangan-jangan kau juga..."
"Hmm." Nada bicara Mo Qiushuang terdengar pilu, "Mungkin, inilah pembalasannya. Jika saja saat itu kita lebih baik kepada Jiang Han, mungkin semua ini tidak akan terjadi."
"Huuu..." Liu Hanyue menutup mulutnya dan menangis tersedu-sedu, "Bagaimana bisa jadi begini? Ini semua salahku, aku yang bersalah pada Jiang Han."
"Aku pasti akan membawanya kembali. Bagaimanapun juga, meskipun dia memukul dan memaki ku, aku akan menerimanya. Sekalipun harus memohon, aku akan memohon pengampunannya."
"Tapi Jiang Han tidak akan mau menemui kita sekarang." Mo Qiushuang menatap dengan mata merah, hatinya merasa sangat tidak nyaman. Makian Jiang Han tadi benar-benar sangat kasar.
Ia selalu berada di posisi tinggi, kapan ia pernah ditunjuk hidungnya dan dimaki dengan kata-kata sekasar itu? Kondisi Jiang Han saat ini pasti karena rasa benci yang mendalam kepada mereka.
Liu Hanyue menyeka air matanya, "Aku akan menemui Guru, Guru pasti punya cara!"