Bab Enam Puluh Dua: Fang Yue Kehilangan Kendali?
“Masuk akal juga!”
Mata Wang Tiezhu berbinar. Rasanya Fang Yue benar-benar telah menunjukkan jalan yang terang baginya.
“Boleh juga dicoba.”
Wang Tiezhu menyeringai.
Kalau berhasil, mengumpulkan kredit akademik bakal jadi gampang.
Belum lagi klub-klub di kampus, besar maupun kecil, jumlahnya puluhan, kalau bukan sampai seratus.
Ikut beberapa saja, kreditnya pasti cukup.
Hehehe, makin cepat selesai mengumpulkan kredit, makin cepat pula ia bebas.
Setiap hari tinggal makan dan minum sepuasnya. Hidup sungguh menyenangkan.
Hati Wang Tiezhu berbunga-bunga.
Baru saja ia meletakkan ponselnya, tiba-tiba ia melihat wajah Fang Yue yang hitam legam dan nyaris saja terlonjak kaget.
“Wajahmu kenapa?”
“Masker wajah. Kak Zhu, mau coba?”
Wang Tiezhu buru-buru mengibaskan tangan.
“Tak usah. Aku tidak tertarik.”
Fang Yue langsung duduk di sampingnya, mengeluarkan masker, lalu berkata, “Mana ada perempuan yang tidak memakai masker wajah? Kak Zhu, kamu terlalu kejam pada dirimu sendiri. Ayo, coba saja. Biar kubantu mengoleskannya!”
Tanpa memberi kesempatan untuk menolak, Fang Yue mulai mengoleskan masker ke wajah Wang Tiezhu.
Wang Tiezhu dibuat kebingungan.
“Katanya masker wajah. Kok rasanya seperti sedang mengaci tembok? Mau memperbaiki dinding, ya?”
“Ini masker aspal, Kak Zhu!”
“Apa? Aspal?”
Wang Tiezhu makin tidak paham.
Kau sedang membangun jalan di wajahku, ya?
Tak lama kemudian, ia merasa kulit wajahnya mulai tertarik kencang, lalu terasa gatal.
Kau yakin ini masker wajah yang benar?
Jangan-jangan harganya sembilan yuan sembilan jiao untuk sepuluh buah, gratis ongkir pula!
Yang kalau memberi ulasan bagus dapat uang kembali lima yuan itu.
Fang Yue berbaring di samping Wang Tiezhu sambil terus mengoceh.
Si mulut ember ini paling suka bergosip. Baru sebentar saja, Wang Tiezhu sudah hafal berbagai berita terbaru dari dunia hiburan.
Si anu tidur bareng si anu, si anu berselingkuh lagi.
Si anu berselingkuh, lalu tidur bareng lagi dengan orang lain!
Kedengarannya dunia hiburan tak punya hiburan, cuma punya lingkaran saja.
Beberapa saat kemudian, Wang Tiezhu menggaruk wajahnya. “Apa sudah waktunya dilepas? Rasanya masker ini bukan melembapkan, malah menyerap air dari wajahku. Sisa air di otakku sebentar lagi habis disedotnya.”
Fang Yue tertawa tanpa henti.
“Ayo, Kak Zhu. Biar kubantu melepasnya!”
Usai berkata begitu, ia langsung menarik masker di hidung Wang Tiezhu dengan keras.
Sekejap kemudian, Wang Tiezhu melompat berdiri.
Sensasi “nikmat” sesaat itu membuatnya merasa seperti sedang dicabuti bulunya.
Benar, ia adalah babi malang itu.
Ada apa ini? Belum Tahun Baru, kok sudah mau menyembelih babi?
“Fang Yue, kau mau membunuhku?!”
Wang Tiezhu menutupi hidungnya.
Fang Yue malah tertawa semakin riang.
“Kak Zhu, jangan takut. Cuma bagian hidung yang agak sakit. Bagian lain, coba sini—”
Sambil berkata begitu, Fang Yue menyuruh Wang Tiezhu duduk kembali.
Lalu ia menarik masker itu dengan sekuat tenaga dan mencabutnya dari seluruh wajah Wang Tiezhu.
Seketika Wang Tiezhu menjerit lalu terkapar di lantai.
Fang Yue melanjutkan, “Bagian lain cuma perlu ditarik kuat-kuat, dan kau bisa langsung mati di tempat. Hahaha!”
Setelah selesai mengerang, Wang Tiezhu menggertakkan gigi.
“Dasar bocah nakal, jangan lari! Sini, biar aku juga bantu melepas maskermu!”
“Kak Zhu, jangan! Kak Zhu!”
“Hahaha, teriaklah sepuasmu. Sekalipun sampai serak, tak akan ada yang menolongmu!”
Wang Tiezhu menangkap Fang Yue dan tanpa banyak bicara langsung mencabut masker dari wajahnya.
Fang Yue pun menjerit.
Lalu seluruh wajahnya mendadak berubah dan berputar. Jam tangan di tangannya mengeluarkan pekikan nyaring.
“Eh? Fang Yue!”
Wang Tiezhu merasa ada yang tidak beres dan segera menahannya.
Namun tubuh Fang Yue sepertinya juga mulai berubah. Tubuhnya yang semula agak pendek mulai bertambah tinggi.
Seluruh kamar ikut bergetar hebat.
Jangan-jangan dia kehilangan kendali!
Wajah Wang Tiezhu tegang. Saat ini, bahkan pergi memanggil guru pun mungkin sudah terlambat.
“Kak Zhu, aku…”
Fang Yue sepertinya masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, ia mulai mengeluarkan suara bergumam.
Wang Tiezhu menahannya erat-erat, merasa situasi semakin gawat.
Tiba-tiba Wang Tiezhu teringat sesuatu. Ia langsung melepas ikat pinggangnya, lalu mengikatkannya erat-erat pada tubuh Fang Yue.
Semoga logam penekan bisa berguna!
Dalam keadaan panik, orang memang bisa mencoba apa saja. Tak disangka, benda itu benar-benar berhasil.
Begitu logam penekan terpasang, perubahan Fang Yue langsung berhenti.
Tak lama kemudian, ia kembali normal.
“Kau tidak apa-apa?”
“Sepertinya sudah tidak apa-apa.”
Wang Tiezhu dan Fang Yue sama-sama menghela napas lega.
Mereka saling pandang sejenak. Wajah Fang Yue memerah saat ia melepas logam penekan itu dan mengembalikannya kepada Wang Tiezhu.
“Kak Zhu, tak kusangka benda ini benar-benar berguna. Sepertinya aku juga harus membeli satu.”
Wang Tiezhu membuka mulut. Ia sangat ingin bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada Fang Yue.
Namun pertanyaan itu tertahan di ujung lidahnya. Pada akhirnya, ia tidak jadi bertanya.
Ia sudah berjanji kepada Fang Yue bahwa ia tak akan bertanya tentang kekuatannya.
Setelah terdiam beberapa saat, Wang Tiezhu mengusap kepala Fang Yue.
“Tidurlah lebih awal. Besok kita masih harus mencari klub.”
Fang Yue mengiyakan, lalu mereka berdua kembali ke ranjang masing-masing.
Setelah lampu dimatikan dan lama terdiam, tiba-tiba terdengar suara Fang Yue.
“Kak Zhu, maaf. Aku tidak bermaksud menakutimu.”
Wang Tiezhu menjawab dengan tenang, “Tenang saja. Selama aku di sini, tidak akan terjadi apa-apa.”
“Hmm.”
Di luar jendela, bintang-bintang tetap berkilauan.
Di tengah malam yang gelap, masih tampak titik-titik cahaya.
…
Keesokan harinya.
Wang Tiezhu bangun pagi-pagi sekali.
Hari baru, urusan baru.
Apa yang harus dilakukan lebih dulu?
Benar, tentu saja urusan paling mendesak harus didahulukan. Seperti kata pepatah, pagi hari adalah waktu terbaik untuk memulai.
Jadi, makan dulu!
Wang Tiezhu dan Fang Yue kembali bergegas ke kantin untuk makan sepuasnya.
Nafsu makan Wang Tiezhu masih menarik banyak perhatian.
Namun, ia sendiri hampir mulai terbiasa.
Kepada para mahasiswa yang masih ingin mendekat untuk menonton atau mengambil foto, Wang Tiezhu berkata dengan sangat ramah,
“Lihat apa? Lihat lagi, kuhancurkan biji kemaluanmu!”
Setelah makan, Wang Tiezhu dan Fang Yue berpisah untuk mengurus urusan masing-masing.
Wang Tiezhu pergi mencari klub yang bisa memberinya kredit akademik. Sementara Fang Yue, karena kemarin nyaris “berubah wujud”, segera pergi menemui Guru Lei untuk memberitahunya bahwa logam penekan ternyata berguna.
Sementara itu, Wang Tiezhu mulai berkeliling kampus.
Kebetulan para mahasiswa baru sedang menjalani pelatihan militer, jadi banyak sekali klub yang merekrut anggota.
Awalnya Wang Tiezhu mengira klub fotografi dan klub detektif sudah cukup tidak serius.
Tak disangka, ia menemukan klub mahyong, klub bangun pagi, perkumpulan lajang, dan aliansi pencinta makanan.
Bahkan ada klub nekat yang tak pernah terbayang olehnya!
Wang Tiezhu menatap kakak tingkat yang membagikan selebaran klub nekat, lalu bertanya, “Kak, klub kalian bisa memberi kredit akademik?”
Kakak tingkat itu memasang ekspresi aneh.
“Adik tingkat, menurutmu bagaimana? Tidak kena potong kredit saja sudah bagus.”
Wang Tiezhu merasa perkataannya sangat masuk akal.
Maka ia langsung menolak mentah-mentah!
Namun kakak tingkat yang membagikan selebaran tiba-tiba memanggilnya. “Adik tingkat! Setelah kuperhatikan baik-baik, tulangmu sungguh istimewa. Kau adalah bakat langka yang hanya muncul sekali dalam sepuluh ribu orang—jenius dalam mencari bahaya! Kau harus bergabung dengan klub kami. Sungguh, ini bukan karena kau cantik. Ayo, bergabunglah!”
Wang Tiezhu benar-benar tak bisa berkata-kata.
Namun ia hanya perlu mengucapkan satu kalimat untuk membuat kakak tingkat itu kabur ketakutan.
“Kak, aku dari jurusan kemampuan khusus.”
Seketika, kakak tingkat itu mengambil telepon.
“Halo? Apa? Kucingku harus dioperasi wasir? Aku segera pulang!”
Setelah berkata begitu, ia langsung lari. Bagaimanapun juga, nekat bukan berarti harus cari mati.