Bab 20 Penjahat Besar Bisa Mati
Dukun itu membelalakkan mata menatap Li Haoxiu. Wajahnya masih biru dan lebam di beberapa tempat, belum juga sembuh, dan saat berjalan pun masih terpincang-pincang. Tapi mengapa biang keladi semua ini datang lagi?
“Tunggu dulu, jangan mendekat. Ada urusan apa lagi kau?” tanya Feng Shengen dengan nada takut.
“Membantu bisnismu.” Li Haoxiu melemparkan selembar uang perak ke atas mejanya. “Ikut aku sekali saja, seratus tael ini jadi milikmu.”
Feng Shengen bimbang, dengan seratus tael ia sudah cukup membayar sewa rumah dan bisa menetap di Kota Jinzhou. Namun, jika ikut gadis ini, kemungkinan ia akan dipukuli orang lagi.
“Tak ada waktu lagi, ayo berangkat,” ujar Li Haoxiu sambil lebih dulu naik ke kereta kuda.
Di wajah tampan Feng Shengen tergambar keraguan. Ia hanya seorang peramal, mengapa harus terlibat dengan pembawa sial yang seperti dewi malapetaka ini?
Namun tubuhnya ternyata lebih jujur daripada hatinya, ia pun mengikuti naik ke kereta.
Kereta itu melaju hampir lima belas menit dan sampai di kediaman keluarga Ning. Namun rumah megah itu bahkan tak memiliki penjaga di pintu gerbang.
Begitu masuk, tampak pelayan wanita dan ibu-ibu tua berkumpul dalam kelompok kecil dan membicarakan sesuatu.
“Tuan kita membuat masalah saat membantu Pangeran Duan, kudengar bahkan Pangeran Duan pun tak mampu melindunginya. Kaisar murka dan hendak menghukum mati seluruh keluarga kita.”
“Gaji bulan ini saja belum dibayar.”
“Benarkah kabar itu? Apa yang harus kulakukan? Kami sekeluarga sudah menandatangani kontrak jual diri.”
“Nyonya Zhang sudah bertanya pada istri kepala pelayan, kemungkinan besar ini benar. Obat-obatan yang dikirim keluarga Ning ke perbatasan bermasalah, banyak prajurit yang sakit perut dan beberapa bahkan mati. Tinggal menunggu apakah seluruh keluarga akan dihukum mati atau hanya hartanya saja yang disita. Kalau hanya harta yang disita, masih ada harapan hidup…”
Kediaman keluarga Ning kini sudah kacau balau, para pelayan sudah tak lagi bekerja dengan hati tenang.
Li Haoxiu menangkap seorang pelayan untuk menunjukkan jalan, hingga sampai ke paviliun Nyonya Ning.
“Datang ke sini saat seperti ini, pasti ingin membatalkan pernikahan, bukan? Kenapa yang datang cuma kau, anak perempuan kecil, bukan tuan muda Hou?” Nyonya Ning memandangnya tanpa heran. Dengan keadaan keluarga Ning sekarang, keluarga Hou pasti ingin segera membatalkan pertunangan.
Namun yang membuatnya terkejut, hanya Li Haoxiu yang datang, bahkan hanya ditemani seorang pelayan yang tampak seperti orang cacat.
Bagaimana ia bisa menetapkan syarat dengan keluarga Hou?
“Nyonya Ning ingin bertemu ayahku hanya untuk menawar syarat, tapi saya rasa Nyonya Ning keliru. Anda sama sekali tidak punya hak untuk menetapkan syarat. Kalau aku jadi anda, lebih baik segera batalkan saja pernikahan itu, setidaknya keluarga Ning masih bisa selamat. Jika tidak, mungkin seluruh keluarga akan hancur lebur.”
Mata Nyonya Ning memerah menatapnya, “Kau mendoakan celaka pada keluarga kami?”
“Nyonya Ning terlalu curiga, aku tak pernah mendoakan celaka karena itu tak ada gunanya. Aku hanya melakukan hal yang benar-benar efektif. Tahu kenapa aku dulu mau menerima paksaan menikah dari kalian yang tak tahu malu itu?”
“Bukankah karena uang?” sahut Nyonya Ning dengan nada meremehkan.
“Pantas saja keluarga Ning bisa jatuh secepat ini, karena kalian tak pernah mau berpikir. Keluarga Hou kami besar dan kaya, punya pasukan pribadi, kalau mau dapat uang banyak cara, mengapa harus menikahkan putrinya dengan orang bodoh? Jika kalian mengira keluarga Zhang itu benar-benar bisa mengancam kami, kalian sungguh keliru.”
“Lalu kenapa kau setuju?”
“Itu jelas sekali alasannya. Aku tahu keluarga Ning akan tertimpa kemalangan besar. Kalian pasti akan memohon pada keluargaku untuk membatalkan pertunangan,” Li Haoxiu tersenyum tipis.
Nyonya Ning juga tersenyum, namun penuh sindiran, “Walau kau tahu kami akan tertimpa kemalangan, mana bisa yakin kami pasti mau membatalkan pernikahan? Kalau memang sudah begini, aku justru akan memaksamu tetap bertunangan, agar seumur hidup kau tak bisa menikah.”
Li Haoxiu menggeleng pelan, “Nyonya Ning, Anda tidak akan melakukan itu. Meski keluarga Ning kalian sudah hancur hartanya, setidaknya nyawa kalian masih ada.”