Bab 7: Menjilat
Kabut semakin tebal. Kepadatan kabut yang kian menjadi-jadi itu juga menandakan bahaya yang akan segera tiba.
Meng Fan tidak lagi berminat membuang energi untuk beradu mulut. Ia membungkuk pelan, lalu diam-diam mengeluarkan tongkat besi dari punggungnya.
Ia mengambil tongkat besi itu sebagai persiapan menghadapi bahaya yang akan datang, namun di mata Wang Yu, tindakannya justru disalahartikan sebagai tantangan.
Dahi Wang Yu mengernyit, sorot matanya menjadi garang, “Apa maksudmu? Ingin menantangku?”
Sebagai orang terkuat di antara para penyintas di titik kumpul ini, sekaligus satu-satunya yang benar-benar memiliki kekuatan khusus, Wang Yu tentu saja tak takut berkelahi. Kenyataannya, ia memang tidak pernah menaruh respek pada Meng Fan, si “orang baik” yang selalu memilih menahan diri dan enggan membuat masalah, jelas-jelas hanya seorang pengecut.
Karena yakin Meng Fan lemah, Wang Yu pun tega menjerumuskannya saat pencarian makanan. Lagipula, menurutnya, sekalipun Meng Fan berhasil selamat dan kembali, dia pasti takkan berani melawannya.
Namun kini, Meng Fan berani-beraninya mengeluarkan senjata tajam di hadapannya, apa ia bosan hidup dan ingin merebut posisinya sebagai pemimpin?
Orang-orang lain juga tertegun, tak paham apa yang merasuki Meng Fan hari ini.
Menghadapi tatapan penuh keterkejutan itu, Meng Fan hanya menggeleng pelan, “Kuminta kalian jangan buang waktu menonton. Segera ambil senjata dan bersiaplah menyambut gelombang mayat hidup yang akan datang.”
Gelombang mayat hidup?
Ucapannya langsung menciptakan kehebohan. Hampir semua orang menunjukkan raut terkejut dan gelisah.
Wang Yu mencibir, sudut bibirnya menegang, “Sudahlah, tempat ini aman. Kita sudah tinggal di sini lebih dari dua bulan, mana mungkin tiba-tiba ada gelombang mayat hidup?”
Faktanya, demi mengantisipasi kemungkinan serangan para mayat hidup, para penyintas sudah menyiapkan segalanya: penjagaan pintu makan selama 24 jam, dan menguatkan semua pintu keluar-masuk.
Secara logika, makhluk-makhluk lamban yang hanya tahu membantai itu mustahil bisa langsung menerobos ke titik kumpul ini.
Xia Xi pun buru-buru menimpali, “Benar, Meng Fan. Apa dasar ucapanmu kalau di sini akan ada gelombang mayat hidup?”
Meng Fan tetap diam, tak berniat menjelaskan. Sistem evolusi adalah rahasianya yang paling besar, mustahil ia beberkan di depan banyak orang. Ia hanya menggeleng lagi, “Aku sudah bicara, percaya atau tidak terserah kalian. Yang jelas, sebentar lagi gelombang mayat hidup akan tiba. Kalau tak mau mati, sebaiknya segera bersiap dan rebut posisi bertahan terbaik.”
Menurut petunjuk sistem evolusi, gelombang kali ini akan mencapai jumlah mengerikan, lebih dari seratus. Meski ada lebih dari tiga puluh penyintas di sini dan masing-masing berpengalaman menghadapi mayat hidup, perbedaan jumlah membuat segalanya jadi suram.
Meng Fan sendiri pun tak mungkin mengatasi begitu banyak mayat hidup seorang diri. Ia butuh kekuatan orang lain, dan sengaja memberi peringatan agar mereka sempat bersiap.
Namun, di tengah keramaian, suara-suara sinis langsung terdengar, “Halah, kau hanya ingin mengalihkan perhatian supaya Wang Yu memaafkanmu, kan!”
“Benar, Wang Yu sudah bilang, asal kau minta maaf, masalahnya selesai. Kenapa kau tak mau minta maaf?”
Jelas, kebanyakan orang tidak percaya ucapannya. Bahkan beberapa penjilat Wang Yu ingin memanfaatkan situasi untuk terus mempermalukan Meng Fan.
Meng Fan tetap mengabaikan mereka. Matanya menyipit, menatap ke luar jendela ventilasi, ke arah kabut yang makin pekat.
Kabut aneh itu memang makin cepat menyelimuti. Awalnya hanya Meng Fan yang menyadari, tapi seiring waktu, banyak orang pun mulai melihatnya. Kerumunan yang tadinya hanya menonton jadi mulai cemas.
Xia Xi juga melihat kabut itu, ekspresinya berubah. Ia segera berseru, “Cepat ambil senjata! Cuaca berubah sangat cepat, mungkin saja para mayat hidup benar-benar datang!”
“Kau takut apa, Xia Xi?” Wang Yu malah tertawa, menyilangkan tangan di dada. Dengan nada penuh percaya diri, ia berkata, “Sekalipun benar ada gelombang mayat hidup, aku cukup kuat untuk melindungimu. Lagi pula, aku sudah menghubungi orang luar. Tak lama lagi, bantuan pasti datang. Beberapa mayat hidup bodoh tidak akan jadi masalah!”
Nada bicara Wang Yu sangat congkak, tak ada sedikit pun rasa khawatir. Ia memang yang terkuat di sini, dan sudah dua bulan lalu berevolusi menjadi manusia berkekuatan khusus. Mayat hidup biasa sama sekali tak dianggapnya ancaman.
Anak buahnya pun berlomba memuji, “Benar, Wang Yu sehebat ini, satu lawan sepuluh mayat hidup pun pasti bisa. Ia pasti bisa lindungi kita!”
“Betul, asal kita ikut dia, takkan ada masalah!”
Orang-orang terus bergosip, kebanyakan hanya menjilat Wang Yu.
Meng Fan diam-diam menertawakan mereka dalam hati. “Kalau cuma sekelompok kecil mayat hidup biasa, memang tak perlu cemas. Tapi bagaimana jika aku katakan, di sini akan datang lebih dari seratus mayat hidup, bahkan mungkin ada pemimpinnya yang sudah berevolusi?”
Apa!
Ucapan itu langsung membekukan suasana. Bahkan Wang Yu yang biasanya sangat percaya diri, kini tertegun. Ia berbalik menatap tajam ke arah Meng Fan, lalu bertanya satu-satu, “Dari mana kau mendapat informasi itu?”
“Itu rahasiaku, tak perlu kau tahu.” Meng Fan tersenyum dingin, sama sekali tak peduli pada tatapan penuh ancaman itu. Ia mengangkat tongkat besinya dan berjalan ke sudut yang lebih sepi.
“Kau...”
Wajah Wang Yu semakin suram. Meski selama ini ia meremehkan Meng Fan, sejak lawannya “menghilang” beberapa waktu lalu, sikapnya jadi jauh lebih misterius hingga membuat Wang Yu sendiri jadi ragu.
Ia hampir mengejar, memaksa Meng Fan bicara, tapi para penjilat di sekelilingnya malah berkata, “Sudahlah, Wang Yu, abaikan saja si bodoh itu. Mungkin otaknya sudah miring. Selama kau di sini, mana mungkin kita dalam bahaya.”
“Haha, benar juga.”
Mendengar pujian itu, wajah Wang Yu kembali santai. Ia tersenyum sinis, membatin, “Meng Fan benar-benar beruntung. Waktu itu aku gagal menyingkirkannya, sekarang ia malah berani mempermalukanku di depan umum. Tunggu saja, selama kau masih hidup di tempat ini, pasti ada saatnya aku singkirkan!”
Namun, saat ia sibuk merencanakan balas dendam, tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang kerumunan.
“Celaka, di bawah benar-benar ada mayat hidup! Cepat lihat!”