Bab 130 Membangunkan Orang yang Sedang Tidur
Nyonya Chu masih ragu, namun keraguan itu buyar saat pintu belakang tiba-tiba terbuka.
"Nyonya, mengapa Anda masih di luar tengah malam begini? Mohon ikut kami kembali, Tuan sedang mencari Anda."
"Ketemu! Sudah ketemu! Nyonya ada di pintu belakang, cepat beri tahu Tuan!"
Sekelompok orang menyerbu keluar dan mengepung Nyonya Chu. Li Haoxiu pun terjebak di tengah kerumunan itu.
Nyonya Chu mengerutkan kening. "Aku tidak bisa tidur dan hanya berjalan-jalan sebentar, tidak perlu heboh seperti ini."
"Nyonya, Tuan memerintahkan kami untuk segera membawa Anda pulang saat ditemukan."
"Bagaimana jika aku tidak mau kembali?"
"Jika tidak mau, jangan salahkan kami karena harus bertindak kasar."
Nyonya Chu menoleh ke arah Li Haoxiu. Ia heran mengapa gadis ini tidak merasa takut sedikit pun. Dalam situasi terkepung seperti ini, bagaimana mungkin mereka bisa meloloskan diri?
Li Haoxiu mengangguk kecil pada Nyonya Chu. Dengan terpaksa, Nyonya Chu pun menyerah dan mengikuti mereka kembali. Li Haoxiu ikut digiring bersama mereka.
Begitu sampai di kediaman keluarga Chu, Chu Xiong langsung menghampiri mereka dengan berang. "Istriku, aku sudah memperlakukanmu dengan baik, tapi kau justru diam-diam menyelinap keluar di tengah malam. Apa sebenarnya perbuatan busuk yang kau sembunyikan dariku?"
Li Haoxiu terkekeh. "Kau baru saja diselingkuhi, istrimu sedang menjalin hubungan gelap denganku."
Chu Xiong menatapnya tajam dengan mata menyipit. "Siapa kau? Apa yang kau lakukan bersama istriku di tengah malam?"
"Menurutmu, apa yang dilakukan dua orang wanita saat bertemu?"
"Aku tidak peduli apa yang kalian lakukan!" bentak Chu Xiong kepada anak buahnya. "Kurung wanita ini di gudang kayu, dan bawa Nyonya ke dalam kamar."
Li Haoxiu berbisik kepada Nyonya Chu, "Ikuti saja dia masuk, jangan takut. Selama ada aku, kau tidak akan mati."
Dengan wajah pucat pasi, Nyonya Chu digiring masuk ke dalam kamar. Sementara itu, Li Haoxiu dibawa ke gudang kayu. Di tengah perjalanan, Li Haoxiu mengeluarkan sebungkus bubuk dari balik lengan bajunya dan diam-diam menebarkannya ke udara.
Dua orang yang mengawalnya seketika ambruk ke tanah.
Li Haoxiu tertawa kecil. "Bahkan laboratorium dengan dinding setebal delapan lapis di Lembaga Penelitian Manusia Abnormal saja tidak bisa mengurungku, apalagi kalian. Bukan kalian yang payah, tapi aku yang terlalu hebat. Jangan merasa rendah diri."
Li Haoxiu diam-diam menyelinap kembali ke kediaman Nyonya Chu. Di dalam kamar, Chu Xiong sedang menginterogasi istrinya. "Nyonya, apa tujuanmu menemui Nona dari kediaman Hou di tengah malam? Apakah kau ingin melaporkanku?"
Nyonya Chu menggeleng. "Suamiku, percayalah padaku. Hari itu aku tidak sengaja keceplosan, dan meskipun Nona Li mengetahuinya, dia tidak memiliki bukti. Bagaimana mungkin aku melaporkanmu? Kau adalah suamiku."
Chu Xiong mencibir. "Jika tidak ingin melaporkanku, untuk apa menemuinya tengah malam? Kau pasti sudah waspada padaku sejak lama, bahkan obat yang kuberikan pun tidak kau minum."
Nyonya Chu menatapnya dengan panik. "Jadi benar kau yang meracuniku?"
"Istriku, memberimu obat itu adalah kebaikan. Itu agar kau bisa pergi dengan tenang. Mengapa kau justru membangkang?"
"Kau... benar-benar ingin melenyapkanku?"
"Istriku, dulu kau yang menghasut Liu Si untuk memberontak. Jika hal ini sampai tercium oleh Tuan Song, keluarga Chu kita akan terseret. Aku tidak ingin ikut menanggung akibatnya."
"Bukankah kau yang menyuruhku melakukan itu? Aku bahkan tidak tahu apa yang kau berikan pada Liu Si untuk dibawa masuk!"
"Simpan saja ucapanmu itu untuk Raja Neraka."
Sambil berkata demikian, Chu Xiong menghunus belati dan menikam ke arah dada Nyonya Chu. Namun, tiba-tiba sebuah kekuatan menghantam pergelangan tangannya. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya melepaskan pegangannya, dan belati itu pun jatuh ke lantai.
"Siapa?!" Chu Xiong menoleh ke arah jendela.
Li Haoxiu melompat masuk dengan santai. "Tuan Chu, ini aku."
Chu Xiong tampak seperti melihat hantu. "Bagaimana bisa kau ada di sini? Penjaga! Kemari!"
Li Haoxiu menggelengkan kepala. "Berhentilah berteriak. Ini sudah larut malam, semua orang perlu tidur. Tidakkah kau merasa tidak sopan membangunkan orang lain?"