Bab Empat Puluh Empat: Negosiasi
Ketika aku baru saja bisa melihat dengan jelas keadaan sekitar, aku dibuat terkejut. Sebuah ruang bawah tanah yang luas tampak sangat aneh; tirai cahaya merah yang sebelumnya terlihat kini telah lenyap. Tiga peti mati tembaga tersusun membentuk segitiga, berdiri sendirian di tengah ruangan bawah tanah. Yang paling depan adalah peti tembaga tanpa tutup, sudah jelas itu adalah tempat di mana kepompong jasad Wang Can diletakkan. Dua peti tembaga lainnya tertutup rapat, dan di bagian sambungan antara tutup dan badan peti dituangkan bubuk merah serta di sekitarnya digambar banyak jimat.
Bisa dipastikan isi peti itu sangat berbahaya, kalau tidak, tak mungkin ada penjagaan serapih itu.
Di depan peti tembaga terletak altar persembahan, dan di atas altar itu ada sebuah labu berwarna merah darah, diletakkan dengan tenang. Saat kami hendak melangkah maju untuk melihat kepompong jasad Wang Can, seperti yang pernah kulihat di pengelolaan delapan penjuru, asap merah darah mulai mengalir keluar dari labu itu. Setelah asap menghilang, muncullah seorang biksu jahat di hadapan kami.
Melihat kemunculan biksu misterius ini, semua orang pun menjadi tegang. Sebelum datang ke sini, aku sudah menjelaskan secara rinci tentang situasi dan mereka pun cukup memahami tingkat kekuatan sosok ini, sehingga tak ada yang bertindak sembrono.
Biksu itu perlahan membuka mata dan menatap kami semua. Setelah lama terdiam, ia akhirnya berkata, "Tidak tahu apa maksud kedatangan kalian ke sini? Tempat ini bukan untuk kalia