Bab 16: Sebuah Peristiwa Besar Terjadi
Suara sirene polisi terus-menerus terdengar dari bawah gedung. Setelah tidak mendapatkan hasil apa-apa, Xiao Qiang akhirnya meninggalkan kantor Song Zitong. Hari ini, kejadian ini bisa dibilang menegangkan tapi akhirnya tak membahayakan. Selesai dari kantor Song Zitong, ia berjalan santai menuju lobi di lantai bawah.
Sepanjang perjalanan, banyak pegawai yang baru masuk kerja di sore hari menyapanya. Xiao Qiang sebenarnya tidak kenal mereka, tapi tetap membalas sapaan mereka dengan senyum. Namun, ketika dia tiba di lobi, dia langsung merasakan tatapan aneh dari banyak orang yang melihat ke arahnya.
Sial, apa aku sudah ketahuan?
Tidak mungkin, barusan saat turun tadi, orang-orang yang kutemui tidak menatapku seperti ini.
Saat Xiao Qiang masih dilanda kebingungan, tiba-tiba dari sudut ruangan melesat seseorang ke arahnya. Dengan mata tajam, Xiao Qiang langsung mengenali bahwa itu Liu Tianfu.
“Kak Qiang, Kak Qiang, bahaya nih, kamu harus cepat sembunyi, polisi datang mau menangkapmu!”
Bahkan sebelum sampai, Liu Tianfu sudah menurunkan suaranya berteriak pada Xiao Qiang, sambil memberi isyarat dengan mata. Begitu sampai di sisi Xiao Qiang, dia langsung menariknya menuju sudut ruangan.
Polisi mau menangkapku?
Xiao Qiang terkejut. Sial, jangan-jangan saat di kantor tadi aku ketahuan, Song Zitong dan Jiang Nan dua perempuan itu tahu dan pura-pura tenang, lalu melapor ke polisi?
Tapi, dua perempuan itu, apa mungkin sepintar itu?
Xiao Qiang sempat berpikir liar, matanya tetap menatap Liu Tianfu, lalu bertanya, “Sebenarnya ada apa? Kenapa polisi mendadak mau nangkap aku, aku juga nggak melakukan kejahatan.”
“Itu soal semalam, Kak. Kamu lupa, ya?” Liu Tianfu tampak tak habis pikir, mencoba mengingatkan.
Hati Xiao Qiang bergetar, ia teringat pada kelompok preman Liu Biao. Dengan dahi berkerut ia berkata, “Ada apa? Liu Biao melapor ke polisi? Preman-preman itu berani-beraninya membalikkan fakta?”
“Ya, benar. Mereka memang melakukannya. Orang-orang yang kemarin malam ada di tempat kejadian, seperti Wang Lei, semuanya sudah dibawa naik mobil polisi, katanya untuk diperiksa dan diminta keterangan. Aku saja yang cepat kabur jadi nggak ikut kena.” Liu Tianfu buru-buru menjelaskan.
“Sial, jauhi aku, kamu malah berani menolak ditangkap!” Xiao Qiang langsung mundur beberapa langkah.
Liu Tianfu melongo.
“Baru masalah kecil saja sudah ketakutan begitu. Memangnya kamu pikir bisa benar-benar lolos? Lihat dirimu!” Xiao Qiang mencibir, lalu berjalan keluar dengan santai dan percaya diri.
Ucapan Xiao Qiang menyadarkan Liu Tianfu. Setelah sempat terpaku, dia pun ikut keluar. Benar juga, masalahnya tidak sebesar itu, masa iya mereka bisa kabur?
“Kak Qiang, aku cuma takut kamu belum tahu situasinya, makanya aku duluan cari kamu buat kasih tahu.” Liu Tianfu menyeringai malu-malu, mengikuti dari belakang.
Saat itu, beberapa polisi berseragam sudah melihat Xiao Qiang dan Liu Tianfu, lalu bergegas mendekati mereka.
“Itu kalian, berhenti! Jangan bergerak! Kamu juga, berhenti!” teriak seorang polisi yang memimpin, kira-kira berusia tiga puluhan, sambil menunjuk ke arah mereka.
Xiao Qiang menyipitkan mata. Kalau diminta bantu penyelidikan, dia bisa menerima. Tapi diperlakukan seperti penjahat, itu tidak bisa diterima.
Xiao Qiang berhenti, begitu juga Liu Tianfu. Keduanya berdiri diam, tampak sangat kooperatif.
Namun, begitu polisi-polisi itu mendekat, si pemimpin langsung menjambak lengan Xiao Qiang sambil membentak, “Jangan macam-macam, jongkok sekarang!”
Langsung main tangan!
Baru saja mulai, sudah bertindak kasar.
Kemarahan Xiao Qiang pun memuncak. Dulu, saat jadi anak muda di Beijing, tidak pernah sekalipun ada yang berani memperlakukan dia begini. Setelah pergi ke luar negeri pun, dia selalu dihormati, apalagi setelah bergabung dengan Tim Rahasia Naga. Sekarang, di negeri sendiri, justru diperlakukan seperti ini. Apa salahku?
Cahaya dingin melintas di mata Xiao Qiang. Dengan gerakan secepat kilat, dia langsung mencengkeram pergelangan tangan polisi itu, lalu memutarnya sedikit ke luar.
Krak!
“Aduh!”
Suara tulang terkilir yang jernih langsung disusul teriakan kesakitan yang menggema di lobi.
Polisi yang tadi berusaha menangkap Xiao Qiang langsung meringkuk, tubuhnya melengkung kesakitan, keringat dingin mengalir deras di dahinya.
Semua yang hadir terkejut!
Berani melawan?
Berani menyerang polisi?
Sial, dia benar-benar sudah berani melawan negara!
Duar!
Di saat itu juga, terdengar suara benturan keras dari samping. Polisi yang berusaha menangkap Liu Tianfu tampak terkejut dan marah, tersurut beberapa langkah ke belakang, ternyata ia ditendang balik oleh Liu Tianfu.
Semua orang kembali terpaku!
Xiao Qiang pun terdiam, menatap Liu Tianfu, lalu berkata, “Ngapain kamu?”
Hampir saja Liu Tianfu menangis, menatap Xiao Qiang dengan wajah cemas, “Kak Qiang, aku refleks! Lihat kamu sudah bergerak, aku juga refleks, Kak.”
Xiao Qiang tak tahan, langsung tertawa terbahak-bahak di tempat. Anak ini, benar-benar punya nyali dan loyal juga!
Para pegawai Tianmao Group yang menonton pun banyak yang pingsan karena terkejut. Sial, kenapa dulu tidak ada yang sadar, bagian keamanan perusahaan kita berisi orang-orang aneh begini, sampai berani melawan polisi, bahkan menolak ditangkap. Ini benar-benar berita besar!
Dan anak yang tadi itu, sepertinya namanya Liu Tianfu, lucu sekali, menyerang polisi katanya karena refleks, alasan yang luar biasa!
Setelah keterkejutan singkat, polisi-polisi yang mengerumuni mereka langsung naik pitam. Salah satu dari mereka segera mencabut pistol, mengarahkannya ke Xiao Qiang dan Liu Tianfu, lalu berteriak, “Tiara! Angkat tangan ke kepala, tiara sekarang juga, cepat!”
Polisi lain juga ikut marah, langsung menodongkan pistol ke arah Xiao Qiang dan Liu Tianfu.
Bruk!
Kaki Liu Tianfu langsung lemas, dia berlutut di lantai.
Xiao Qiang kembali dibuat pusing, dia benar-benar angkat tangan dengan anak ini.
Para karyawan yang menonton pun tak tahan tertawa. Sebenarnya ini masalah serius, tapi Liu Tianfu benar-benar kocak, membuat suasana tak bisa tegang.
“Sialan, berani-beraninya menyerang polisi, kamu habis, benar-benar habis!” Polisi yang tadi ditendang oleh Liu Tianfu sudah wajahnya merah padam, merasa sangat dipermalukan. Kalau berita ini tersebar, dia bakal terkenal di institusi kepolisian, bisa-bisa lama tidak berani menegakkan kepala. Melihat Liu Tianfu langsung ciut, dia pun mendekat, memaki-maki sambil mengangkat kaki hendak menendang Liu Tianfu.
Namun, tepat saat kaki itu hampir mengenai Liu Tianfu, tiba-tiba dari samping muncul kaki lain yang menendang lebih cepat.
Duar!
Polisi yang hendak menendang itu langsung terlempar ke belakang jatuh terjungkal ke lantai.
Apa boleh buat, kaki yang tiba-tiba muncul itu terlalu kuat, tenaganya besar, polisi itu sama sekali tidak menduga akan terjadi hal seperti ini, kuda-kudanya goyah, tentu saja jatuh.
Xiao Qiang berdiri di depan Liu Tianfu, menatap tajam para polisi yang kini tegang, lalu berkata dengan dingin, “Menyerang polisi? Tuduhan yang berat, ya. Saya tanya, kalian ini polisi, kan? Tadi sudah saya bilang, dia itu refleks, dan kami bukan buronan, apalagi pembunuh. Kami juga tidak melawan ataupun kabur, jadi kenapa kalian langsung bertindak kasar dan memaksa kami jongkok, bahkan langsung menangkap?”
Kerumunan karyawan di sekitar yang tadinya hanya menonton, langsung tersadarkan oleh ucapan Xiao Qiang. Benar juga, polisi kalau mau menangkap ya tangkap saja, tidak perlu bertindak seolah sedang menangkap buronan atau pembunuh.
Saat itu juga, banyak pegawai mulai berpihak pada Xiao Qiang dan Liu Tianfu. Mereka semua tahu sedikit banyak soal kejadian semalam, bahwa polisi datang menangkap gara-gara kejadian itu, yang sebenarnya bukan salah bagian keamanan. Rasa simpati pada yang lemah terpancing oleh ucapan Xiao Qiang.